Segala puji hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam
semoga dilimpahkan kepada hamba dan rasulNya beserta keluarga dan
seluruh sahabatnya serta orang-orang yang berwala' kepadanya sampai hari
Kiamat. waba'du: berikut ini ada 30 buah hadits nabawi yang shohih
mengenai hijamah (bekam). Mayoritas saya nukilkan dari kitab "Tartib
ahaditsi shohihil jami'is shoghir" karya syeikh Al-Albani, tanpa rawi
dan takhrij agar lebih ringkas. Saya memohon kepada Allah untuk berkenan
menerima usaha ini dan memberikan manfaat kepada yang lain.
PERTAMA: KEUTAMAAN DAN PENTINGNYA HIJAMAH
Nabi SAW bersabda: "Jibril telah memberitahu saya bahwa hijamah adalah obat yang paling bermanfaat bagi manusia."
Nabi
SAW bersabda: "Obat yang termujarab untuk pengobatan kalian adalah
hijamah dan qusthul bahri (kayu hindi, sejenis kayu yang bisa digunakan
untuk obat dan pewangi)."
Nabi SAW bersabda: "Jika ada kebaikan dalam obat yang kalian gunakan, maka hal itu adalah hijamah."
Nabi SAW bersabda: "Dalam hijamah mengandung obat penyembuh."
Nabi
SAW bersabda: "Sungguh hal terbaik yang kalian pergunakan untuk
pengobatan adalah hijamah dan qusthul bahri. Maka janganlah menyiksa
anak-anak kalian dengan ghumz (memijit anak tekak yang sakit pada
tenggorokan anak dengan telunjuk).
Nabi SAW bersabda: "Kesembuhan
ada pada tiga hal; menyayat kulit demi hijamah, meminum madu dan
membakar dengan api hanya saja saya larang umatku dari membakar dengan
api."
Nabi SAW bersabda: "Hijamah ialah obat terbaik untuk digunakan terapi oleh manusia."
Nabi SAW bersabda: "Sungguh dalam hijamah terdapat kesembuhan."
Nabi
SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengalirkan sebagian darah ini
(hijamah) maka tidak membahayakannya selama tidak mengobati sesuatu
dengan sesuatu."
Nabi SAW bersabda: "Hijamah mengandung obat dan keberkahan serta menambah kuat hafalan dan pemahaman."
Nabi
SAW bersabda: "Pada malam saya diisra'kan, saya tidak melewati
sekelompok malaikat kecuali meraka mengatakan: Hai Muhammad, gunakanlah
hijamah."
Nabi SAW bersabda: "Sebaik-baik obat yang bisa kalian gunakan penyembuhan adalah hijamah."
Nabi SAW bersabda: "Jika saja ada sesuatu yang mengandung penyembuhan, maka dalam isapan hijamah dan madu."
Nabi
SAW bersabda: "Pada malam saya diisra'kan, saya tidak melewati
sekelompok malaikat kecuali meraka mengatakan: Hai Muhammad, suruhlah
umatmu untuk melakukan hijamah."
Nabi SAW bersabda: "Jika darah
salah seorang kalian bergejolak maka lakukanlah hijamah. Karena darah
bisa membunuh seseorang jika bergolak dalam dirinya."
KEDUA: HARI TERBAIK UNTUK MELAKUKAN HIJAMAH
Nabi
SAW bersabda: "Lakukanlah hijamah atas barokah dari Allah pada hari
Kamis. Hindarilah hari Jum'at dan Sabtu serta Ahad untuk hijamah. Tapi
lakukanlah pada hari Senin dan Selasa, karena hari itulah Allah
menyembuhkan Ayub dari penyakitnya. Jauhilah hari Rabu karena pada hari
ini Ayub ditimpa penyakit. Juga tidak muncul penyakit kusta dan lepra
kecuali pada hari Rabu atau malam Rabu."
KETIGA: SAAT HIJAMAH
Nabi SAW bersabda: "Hijamah sebelum makan dan minum adalah yang terbaik."
Nabi SAW pernah melakukan hijamah sedangkan beliau dalam kondisi berpuasa.
KEEMPAT: WAKTU HIJAMAH
Nabi SAW bersabda: "Sungguh tanggal yang terbaik untuk melakukan hijamah adalah tanggal 17, 19 dan 21."
Dulu Rasulullah SAW melakukan hijamah pada tanggal 17, 19 dan atau tanggal 21."
Nabi
SAW bersabda: "Barangsiapa yang melakukan hijamah dari suatu bulan
tepat tanggal 17, 19 atau 21 maka baginya obat dari segala penyakit."
Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin melakukan hijamah maka hendaknya ia memilih tanggal 17, 19 dan atau 21."
KELIMA: TEMPAT-TEMPAT HIJAMAH
Dulu,
jika ada yang mengadukan sakit kepala kepada Rasulullah r, maka beliau
bersabda: "Pergi dan lakukanlah hijamah." Dan jika mengadukan sakit pada
kakinya, maka beliau menyuruhnya: "Pergi dan warnailah (lulurkanlah)
dengan daun inai."
Rasulullah SAW pernah melakukan hijamah dalam kondisi ihram di bagian atas tapak kakinya yang sakit.
Rasulullah
SAW pernah melakukan hijamah saat berihram dari penyakit kepalanya.
Dalam riwayat yang lain dituturkan: sebab pusing yang menimpa beliau.
Dulu Rasulullah SAW melakukan hijamah di kepalanya dan menamainya dengan ummu mughits (sebab faedahnya yang menakjubkan).
Rasulullah SAW pernah melakukan hijamah pada dua urat lehernya dan pada urat belakang yang terletak antara dua bahunya.
Rasulullah SAW pernah melakukan hijamah 3X pada dua urat lehernya dan pada urat belakang yang terletak antara dua bahunya.
Rasulullah SAW juga pernah melakukan hijamah pada bagian atas kepalanya dan pada urat yang terletak antara dua bahu belakang.
Rasulullah SAW pernah pula melakukan hijamah ala Mekkah yaitu dalam kondisi ihram dan dilakukan pada bagian tengah kepala.
Beliau juga pernah melakukan hijamah di bagian pangkal pahanya sebab penyakit disitu
SUMBER:
http://coretanpengobatan.blogspot.com
» Read More...