Adakah kita bisa mengambil iktibar dari kejadian Umat Nabi Luth untuk
kita bisa hindari dan mengubahnya menjadi sebuah kebaikan bagi kita ,
Bangsa Indonesia, yang terus dihantam Ujian dan Musibah ini ?
1. Mempermainkan burung merpati
Fungsi burung merpati zaman dahulu adalah sebagai pembawa pesan/kabar
antar pulau. Dari wacana inilah kita bisa menyimpulkan bahwa Kabar
disini bukanlah sembarang kabar, melainkan Kabar dari Sang Penguasa
Alam, yaitu Al-Qur'an. Sifat Penolakan dari Masyarakat Indonesia yang
majemuk kepada Al-Qur'an adalah SUMBER MURKA ALLAH NOMOR 1 DI INDONESIA.
Introspeksi :
Adanya JIL dan segolongan orang MENOLAK Hukum Syariat Islam. Seperti
Hukum Waris, Jilbab, bahkan ada segolongan perempuan muslimah di
Indonesia yang mengatasnamakan persamaan gender dengan menolak jilbab.
2. Memanah Buah-buahan
Buah-buahan disini adalah nikmat Allah secara materi dan ruhani.
Memanah buah-buahan artinya membuang nikmat Allah dan menjadikannya
permainan belaka. Nikmat Allah terbesar adalah Ad-Din Islam. Dan betapa
banyak pemimpin rakyat Indonesia melecehkan para Ulama dengan
menangkapnya berdasar tuduhan Teroris seperti Ustadz Abu Bakar Ba'asyir
dan beberapa pemuda lainnya yang belum tentu kebenarannya.
3. Bertepuk tangan
Artinya bergembira ketika melihat maksiat dilakukan orang lain dengan
alasan masing-masing memiliki urusan pribadi yang tidak boleh dilanggar
Hak nya.
Ini juga bisa berarti mengadu domba antara pihak yang
sedang bertikai/bermusuhan (dua telapak tangan beradu, mengeluarkan
suara keras). Lihat saja, Islam dimusuhi dan dijadikan bemper teroris
oleh kaum barat, dan celakanya pemimpin kita yang notabene muslim
mengamini nya dan mengatakan bahwa mereka tidak rela jika syariat Islam
dijalankan di Indonesia
4. Hidup Bermewah-Mewahan
Banyak
kalangan pejabat dari eksekutif, legislatif yang melupakan janji-janji
mereka saat kampanye, dengan memperkaya diri (illegal way, KKN) dan
merendahkan kaum rakyat yang sudah memilihnya.
5. Rambut Gondrong
Sistem hukum, ekonomi, kehidupan pemerintahan dan rakyat bukan
mengadaptasi dari Quran dan Sunnah melainkan dari hukum kolonialisme
barat seperti : sekularisme (mendustakan kehidupan akhirat), liberalisme
(kebebasan dalam segala hal, tidak perlu adanya hukum syariat Islam dan
bebas dalam hidup ala yahudi )
Dan lihat saja, anak muda Islam
Indonesia pun banyak berpenampilan macam kaum barat dan juga berpikiran
(fikroh) model free sex, dan keburukan-keburukan lain yang dianggap
mereka adalah kemajuan zaman dan pola hidup yang ideal.
6. Meletuskan sesuatu dikunyah
Ini simbol dari banyaknya FITNAH, GHIBAH, DAN ISYU GLOBAL yang disukai dan dijadikan panutan ketimbang Qur'an dan Sunnah.
Tingginya rating televisi saat Infotainment dan acara sinetron yang
menyajikan cinta monyet dan gombal merasuki kehidupan remaja muslim
Indonesia dan ibu-ibu rumah tangga.
Kemudian isyu-isyu tersebut
tiba-tiba mencuat ke permukaan dan menimbulkan kecemasan masyarakat
dalam kehidupan beragama. Contoh banyak munculnya nabi baru, dan aliran
sesat baru lainnya. Banyaknya yang mengklaim bahwa mereka adalah ISLAM
paling benar dan HAQ, dan kaum muslim yang tidak tergabung dalam
komunitas mereka adalah KAFIR/SESAT seperti LDII dll.
7. Menjuraikan KAIN
Kain berfungsi sebagai penutup aurat dan menjaga kesehatan. Ini juga
bisa berarti bahwa hidup dalam bidang apapun masyarakat kita sudah
berlebih-lebihan, contoh dalam berpakaian, bersikap kepada musuh/lawan,
mengadili seseorang bersalah dll
8. Menggusur atau Menyita Rumah Orang Lain
Ini bukan simbol, tapi kenyataan sudah terjadi banyak akhir-akhir ini.
Lihat saja, banyak rakyat menangis, ketakutan dan menjadi tuna wisma
karena rumah mereka digusur dan diusir, padahal mereka memiliki status
tanah sah di mata hukum.
9. Homoseks/Lesbian
Inilah dosa
utama kaum Nabi Luth yang lantas diazab oleh Allah dengan segera. Bahkan
konon , tidak ada satu penduduk negeri Sodom yang ditinggalkan oleh
Allah, sampai-sampai pedagang Sodom yang sedang berdagang di negeri Syam
ditunggu Allah kedatangannya untuk diazab bersama kaum Luth yang lain.
10. Minum minuman keras
Inilah pangkal dari maksiat. Karena miras bisa membawa kepada keburukan
/ maksiat yang lain yang dimurkai Allah. Dan Indonesia ternyata belum
sepenuhnya bebas MIRAS DAN NARKOBA.
0 komentar:
Posting Komentar